Rabu, 22 Desember 2010

WISUDA BINA SARANA INFORMATIKA MERAIH PENGHARGAAN MURI


Acara wisuda Akademi Bina Sarana Informatika (BSI) yang ke-28 di selenggarakan dua hari pada tanggal 27 sampai dengan 28 November 2010 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center. Kegiatan ini terbagi dalam 6 sesi, gabungan dari beberapa akademi di BSI. Konsep wisuda pun berbeda dari perguruan tinggi lainnya... Pagi hari tepatnya pukul 07.30 wib mahasiswa sudah terlihat memenuhi gedung JCC dengan penuh antusias. Pada acara tersebut hadir Direktur BSI Ir.Naba Aji Notoseputro, Ketua Yayasan BSI Herman P. Harsoyo, hadir pula Koordinator Kopertis Wilayah III Jakarta Prof. Dr.Ilza Mayuni, MA untuk memberikan sambutan. Acara dimeriahkan adanya penampilan dari grup band dan artis penyanyi antara lain Samsons, Kuburan, Zigas, Bondan Prakoso, Geisha, dan Pewee Gaskin...

Mengapa YAHUDI itu Pintar..????


Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, “Mengapa Yahudi Pintar?“Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?

Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.

Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.

Kamis, 09 Desember 2010

Jejak Kelelawar Hitam, Pembantai Muslim Poso


Ratusan Muslim Poso dibantai, pelakunya adalah kelompok orang terlatih bernama Kelalawar Hitam. Investigasi Sahid di lapangan menunjukkan selain dipicu persoalan politik lokal ada keterlibatan tokoh-tokoh di Jakarta.Puluhan warga Pesantren Walisongo itu dibariskan menghadap Sungai Poso. Mereka dihimpun dalam beberapa kelompok yang saling terikat. Ada yang tiga orang, lima, enam atau delapan orang. Para pemuda digabungkan dengan pemuda dalam satu kelompok. Tangan mereka semua terikat ke belakang dengan kabel, ijuk, atau tali rafiah yang satu dengan lainnya saling ditautkan.
Sebuah aba-aba memerintahkan agar mereka membungkuk. Secepat kilat pedang yang dipegang para algojo haus darah itu memenggal tengkuk mereka. Bersamaan dengan itu, terdengar teriakan takbir. Ada yang kepalanya langsung terlepas, ada pula yang setengah terlepas. Ada yang anggota badannya terpotong, ada pula badannya terbelah. Darah segarpun muncrat. Seketika itu pula tubuh-tubuh yang tidak berdosa itu berjatuhan ke sungai.